Kamis, 29 Juli 2010

ternyata sapi terbang itu ada.

kehadiran sosk sapi terbang.

sosok sapi terbang, sebuah mitos, legenda atau kenyataan???

suatu pertanyaan muncul dari seekor binatang yang konon menyerupai sapi bersayap.

memang banyak cerita cerita atau mitos yang menceritakan binatang sebagai sosoknya, sebut saja mitos tentang "NAGA". konon naga adalah suatu perwujutan reptil yang bersayap, di banyak negara eropa sosok naga digambarkan sebagai reptil raksasa berkaki empat dan memiliki sayap.
dari mulutnya dapat keluar api yang mambara.








lain pula mitos "PEGASUS". pegasus merupakan sosok kuda bersayap.
Dalam mitologi Yunani, Pegasus (bahasa Yunani: Πήγασος (Pégasos)) adalah seekor kuda bersayap yang merupakan putra Poseidon dan Medusa. Poseidon memperkosa Medusa sehingga Athena mengubah Medusa menjadi monster. Suatu hari Perseus, dengan dibantu oleh Athena, berhasil memnggal kepala Medusa, dan dari darah Medusa terlahir Pegasus.
Pegasus membantu Bellerofon sang pahlawan dalam perlawanannya melawan Khimera dan bangsa Amazon. Suatu ketika, Bellerofon mencoba menerbangkan pegasus ke Olympus sehingga para dewa menghukumnya dan menjatuhkan Bellerophon dari Pegasus. Sejak saat itu, Pegasus menjadi pembawa petir untuk Zeus.


dan sekarang pertanyaannya adalah seperti apa sosok sapi terbang dan mitos apa yang mendasarinya.

mari kita mambayangkan saja sosok sapi pada umumnya,
ya benar, sapi terbang merupakan sosok-sosok sapi pada umumnya.
menurut cerita sosok sapi terbang adalah sesosok sapi perah yang memiliki warna dominan putih bercorak hitam, sayapnya memiliki warna kuning keemasan.

Dalam cerita kuno yang tidak bisa saya sebutkan sumbernya, sapi terbang biasa muncul pada siang, malam, bahkan pagi hari.
Sapi terbang terlahir dari rahim sang induk dan tentunya sapi juga, entah dari mana sapi tersebut memiliki sayap tapi dalam ceritanya pada saat sapi tersebut berjalan untuk mencari sang ayah yang telah bercerai dari ibunya sebelum sapi tersebut lahir.


Dalam perjalanan sapi tersebut bertarung dengan sesosok pinguin gurun bersayap emas, dengan segenap cara dan dalam pertarungan hebat sapi terbang berhasil menang dalam pertempuran tersebut karena pinguin tersebut sekarat, pinguin tersebut memberikan sayap emasnya kepada sapi karena takut mubazir bila tidak dipakai.
Akirnya sapi tersebut memakainya sehingga dia dapat terbang ke angkasa tinggi.

itulah mitos tentang sapi terbang,
dan antara percaya atau tidak saya pernah menjumpai sosok tersebut.


tentunya dalam imajinasi saya,
hehehe

Minggu, 25 Juli 2010

dualisme,,

Dualisme adalah konsep filsafat yang menyatakan ada dua substansi.

ya,,
itulah arti dualisme dilihat dari segi bahasa,,

inti dari dualisme adalah adanya dua substansi yang berbeda dari suatu hal.

segala yang sama tampak berbeda, adanya keyakinan yang lebih dari satu, mungkin inilah yang menjadikan suatu hal mnjadi sulit atau bahkan menjadi mudah.

saat pikiran dilanda DUALISME apakah yang akan terjadi??
ya,,,
ksulitan untuk memilih jalan mana yang akan dia ambil.

rasa bimbang akan muncul, ketakutan untuk memilih keputusan akan datang.

hal ini mungkin lebih berat apabila dualisme itu disertai dengan kondisi yang kritis dimana pengambilan keputusan harus diambil secepatnya.

tapi keputusan harus tetap diambil,,
dan jawabannya adalah "RASIONAL"

itulah jawaban yang sebenarnya,,
kita harus rasional , pendam dahulu pikiran yang bersifat imajiner-pragmatis dan jadilah orang yang rasional-sanguinis.

lakukan apa yang menjadi kenyataan,
memang semua ini bersifat gambling tapi KEPUTUSAN tetap harus diambil.

Kamis, 22 Juli 2010

kontras

mari kita tertawa,,,
pada diri kita sendiri,,
















seharusnya selalu ada alasan untuk mereka dan kita,,,

Rabu, 21 Juli 2010

semua serba sistematik

problem yang tak akan pernah putus dalam dinamika kehidupan,,,

bagai rantai "pemanasan global" dimana semua orang ingin mengakhiri tetapi semakin menyeret dunia pada keleburan panas yang menyeruak.

rasa saling memiliki dan dimiliki menjadikan seseoran menjadi terikat baik secara raga maupun jiwa,,

memiliki satu nafas, satu jantung, satu hati, satu suara, satu keringat..
seakan semua menyatu melebur menjadi satu..

akan tetapi keadaan itu bagai suatu "onderdil kendaraan" yang bisa saja rapuh dimakan oleh karat, saat itulah dibutuhkan pelindung anti karat untuk mencegahnya.

pertanyaannya adalah apabila tlah terjadi pengaratan itu, apa yang harus kita lakukan??

gambaran itulah yang menjadi cerminan tentang kondisi persahabatan dianatara komunitas,,
bisa dibilang suatu identitas kelompok yang didalamnya memiliki nilai kebanggaan yang sangat tinggi. Bahkan NYAWA pun menjadi taruhannya.

tidak bisa dipungkiri memeang suatu kebanggaan itulah yang menjadikan suatu komunitas seakan memiliki nyawa, memiliki nafas, memiliki rasa, dsb.

akantetapi apabila nilai kebersamaan itu mulai luntur, bolehkah kita tetap bangga akan suatu komunitas kita???

inilah problem kompleks dari suatu esensi kebersamaan, dimana keutuhan akan diuji,,

disaat mereka mnyuarakan bahwa,,
Inilah kelompokku,,
mereka itu temanku terus kau mau apa, hah??
hitam putih mereka tetap keluargaku,,
sampai matipun aku tetap klompok mereka,,
darah mereka adalah darah kita,,
kita adalah mereka dan mereka dalah kita,,
itulah suara dari para pejuang-pejuang golongan,,

tidak mau identitas mereka dicampuri, tidak ingin kebersamaan mereka diracuni, tak peduli apa kata meraka,,
meraka teap berjalan dengan idealisme mereka tak ada sedikitpun seseorang yang menghalangi mereka,,
sampai mereka pulang dan mengatakan pada mereka bahwa "INILAH KITA."




penulis : ku persembahkan curahan hati ini untuk teman-temanku angkatan yang tak akan pernah mati "WRE '09"

hubungan antara ikan, sungai dan air

Rangkaian yang tak akan putus antara ikan, sungai, dan air.
Dalam hal ini saya mengangkat sebuah renungan yang cukup menarik antara sosok-sosok yang cukup fenomenal. Mengapa saya menyebut ketiganya sosok-sosok, karena suatu nilai atau unsur yang terkandung dalam sosok tersebut sangatlah fantastis.

Hubungan antara ketiganya juga sangat mengagumkan, menimbulkan suatau rancangan atau alur energi yang begitu dahsyat. Mungkin terlalu berlebihan memang tapi mari saya ajak anda untuk menelaah dan mendapatkan sesuatu yang menarik tentang ketiga sosok ini.

Dalam defenisi singkat tentang ketiga sosok ini dalam mesin pencari defenisi wikipedia dapat dipaparkan tentang pengertian ketiganya.

Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia.

Sungai merupakan jalan air alami. mengalir menuju Samudera, Danau atau laut, atau ke sungai yang lain.

Air adalah zat atau materi atau unsur yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi,] tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.

Itulah sedikit paparan yang secara pribadi hanya saya baca dan saya mengerti untuk sepintas,
tapi coba cari sedikit hubungan diantara paparan diatas!!!

Mari saya ajak anda kembali menyusuri tentang rahasia-rahasia di balik sosok ikan, air, dan sungai.
Dalam kebudayaan Jepang yang ikan koi dipakai sebagai maskot anak laki-laki untuk memeperingati hari anak-anak. Ikan koi adalah ikan yang kuat dalam melawan arus diharapkan anak tersebut menjadi anak yang kuat percaya diri dan sukses.

Ikan juga merepresantasikan tentang semangat luar biasa hal ini diwakilkan oleh sosok ikan salmon. Letak semangat yang ditunjukan oleh ikan salmon adalah kegigihannya untuk kembali ke tempat ia dilahirkan pertama kali. Dalam faktanya Ikan salmon yang masih anakan akan meninggalkan tempat awal ia dilahirakan menuju muara sungai dan menuju ke laut.
Perjuangan salmon dimulai, ikan salmon akan berkumpul membentuk koloni dan mereka bergerak bersama-sama untuk menuju tempat asal mereka dilahirkan. Dalam perjalananya ikan salmon berpusa sehingga banyak ikan salmon yang mati karena kehabisan energi dan juga ancaman para predator, tapi mereka tetap bergerak melawan arus sugai demi menuju tempat asalnya.

Sungai dianggap bagian penting bagi masyrakat Hindhu, contohnya sungai gangga yang di anggap suci bagi masyrakat Hindhu di india banyak masyarakat yang apabila telah meninggal ingin dikeremasi di sungai tersebut. Dan pada peradaban purba daerah disekitar aliran saungai banyak dimanfaatkan sebgai tempat permukiman karena di daerah tersebut banyak sumber makanan yang bisa dimanfaatkan.

Air, takbisa di pungkiri lagi manfaatnya sangat tersa pada setiap relung dan sela-sela kehidupan manusia. Air adalah komponen kehidupan yang sangat penting. Banyak sekali pemanfaatan air sehingga orang jamak mengetahui tenteng air.

Sedikit paparan yang merupakan versi saya, telah saya sampaikan.
mungkin anda bertanya, unatuk apa sebenarnya saya sedikit mengurai tentang ketiga hal tersebut. jawabannya cukup simpel bahkan orang awam, anak Tk , maupun orang tak bersekolahpun tahu. Karena Ikan hidup di air dan air adalah komponen utama sungai, tak akan menjadi sungai tanpa air. Itulah jawaban singkat tentang ketiga hal tersebut terlalu naif memang dan mungkin sangat kurang menggembirakan jawaban yang saya berikan.

Orang mungkin tahu bahwa hubungan yang saya uraiakan untuk ketiga sosok tersebut adalah wajar, boleh dikatakan adalah "memang sudah takdirnya seperti itu". Orang pun pasti mengetahui banyak tentang hak itu. Akan tetapi bila di telaah lebih hubungan ketiga tersebut sangat komplek, banyak hal yang di angkat dari ketiga sosok tersebut.

Suatu sinergi antara air dan sungai mewakilkan sutau simbol yaitu sesosok makhluk hidup akan dikatakan hidup apabila memiliki nyawa, seperti juga air bagai sungai adalh suatu nyawa yang dimilikinya.

Nyawa akan memiliki sesuatu nilai nilai yang melengkapinya, perjalanan hidup akan membawa keragaman dari sifat nyawa tersebut. Isilah nyawa tersebut dengan perjalanan hidup yang baik pula sehingga akan mendorong tubuh tersebut memancarkan aura kebaikan.

Sungai pun demkian yang memiliki air sebagai nyawanya, air yang jernih dan bersih akan membawa dampak kenaikan pula. Semakin jernih isi dari sungai tersebt makan memungkinkan banyak tumbuh kehiduoa kehidupan baru. Hal, ini seperti deiri kita yang apabila isi raga kita memiiki isi yang positif maka banyak kehidupan baru ang akan muncul dan tumbuh pada diri kita.

Sungai yang indah akan menimbulkan sebuah kehidupan kehidupan yang baru, ikan akan bermunculan yang akan menambah warna dari sungai tersebut. Karakter sungai tersebut akan muncul dengan keanekaragaman sifat, kemamouan, dan keunukan dari ikan tersebut.
Sinergi pun terjadi, raentai energi berputar saling mengisi satu sama lain.

Pertanyaanpun muncul, apakah kita sebagai manusia ingin memiliki hati yang kotor??
tentu saja sebagian besar manusaia akan menjawab TIDAK, begitu juga sungai sebagai badan yang bersisi nyawa air, dan kehidupan yang mewarnainya yaitu ikan.

Mari kita telaah :
Tubuh = Sungai
Nyawa = Air
kehidupan baru = Ikan

Minggu, 11 Juli 2010

Jangan Bakar Buku

"Bait demi bait memmicu anestesi, habis sudah, habis sudah."
itulah sepenggal bait dari suatu judul lagu yang dibawakan oleh band Efek Rumah Kaca, sebuah band yang berasal dari Ibu Kota Jakarta. Sepenggal lirik itu berasal dari lagu yang berjudul "jangan bakar buku", tentunya judul lagu tersebut tidak secara langsung menggambarkan suatu kondisi dimana kita dilarang membakar buku dalam arti sebenarnya. Akantetapi lebih condong menggambarkan kondisi dimana pada suatu saat generasi bangsa akan cenderung mengabaikan suatu bacaan tentunya suatu bacaan yang mendidik.

Ini mungkin hanya opini atau pendapaat yang mungkin hanya ersfat ilusi atau angan-angan. Akan tetapi suatu saat kondisi ini mungkin saja terjadi dimana banyak buku-buku yang bermanfaat tidak dilirik lagi, terlebih lagi apabila tidak ada penulis buku yang menghadirkan khasanah ilmunya di bangsa ini.

semoga ini hanya menjadi sekedar opini saja, mungkin terlalu imjinatif akantetapi siapa tahu suatu saat memang akan terjadi kondisi ini??
semoga saja tidak.
Bait bait demi bait memicu anistesi, hangus sudah, hangus sudah."
itulah secuil lirik yang dikumandakan band Efek Rumah Kaca, sebuah band yang berasal dari Ibu kota Jakarta. Lirik itu berasal dari salah satu singel meraka yaitu "jangan bakar buku".
Tentunya arti dari judul lagu tersebut tidak secara langsung menyinggung tentang dilarangnya membakar seebuah buku dalam arti sebenarnya, akantetapi suatu tanggapan akan takutnya generasi Indonesia yang tidak lagi suka atau gemar membaca.

Jumat, 09 Juli 2010

wajah hijau disekeliling zaman

saat hutan terkhir ditebang,,,
saat pohon terakhir dicabut,,,
saat sungai terakhir dikotori,,
saat ikan terkhir telah mati,,,
saat itu pula manusia sadar bahawa mereka tidak akan pernah bisa makan "UANG!!"

kondisi inilah yang saat ini terjadi di sekeliling kita, ketika banyak sekali gedung gedung tak bernurani mengotori lingkungan HIJAU yang suci.

Banyak wajah kemunafikan memang, tapi kita harus bergerak dan tidak menjadi seorang yang apatis.

jangan jadikan mata air menjadi air mata untuk anak-cucu kita.